Arsip untuk Kategori 'Diskursus'

19
Sep
08

ZAKAT MAUT JANGAN MENGURANGI SEMANGAT BERDERMA

Oleh : Sudadi

Jasad duapuluh satu rakyat kecil yang tewas korban antrean zakat mal di Pasuruan sudah terkubur. Air mata keluarga yang ditinggalkan belum juga habis. Duka masih membawa luka hati dan rasa penyesalan yang sia-sia. Kabar kematian yang datang bagai petir di siang bolong itu telah mengagetkan keluarga korban tetapi juga seluruh negeri ini. Semua menyesalkan atas peristiwa tragis itu. Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi dan korban yang sebagian besar kaum mustahik itu sudah menghadap Sang Khaliq. Duh Gusti……., azab apalagi yang akan engkau timpakan kepada rakyatku yang kini masih dirundung kesulitan ekonomi yang tak jelas kapan berakhir.

Keluarga Dermawan Haji Syaikon mungkin tak pernah mengira, jika kejadian itu berujung maut dan menyeret anak lelakinya kini harus mempertanggungjawabankan atas peristiwa zakat maut itu. Apapun penyesalan kita, apapun hukuman yang akan diberikan kepada keluarga dermawan itu, ingat….., peristiwa itu juga karena kekuasaan Allah. Semoga Allah juga memberi ampunan dan tempat terbaik bagi para korban.

Jika kita ambil hikmah dari semua peristiwa itu, diantaranya karena :

  1. Tuhan telah memberikan kita, akan contoh perbuatan baik seorang dermawan.
  2. Tuhan telah memperingatkan kepada kita untuk selalu bekerja dengan cermat dan mempertimbangkan segala akibat.
  3. Tuhan telah memperingatkan kita untuk tidak ”pamer” meski perbuatan membagi zakat itu untuk tujuan mulia.

Kepada kaum mustahik yang akan memanfaatkan pembagian zakat agar bersikap sabar, ikhlas dan pasrah. Jangan selalu berebut, jika ada pemberian zakat atau uang dari siapa saja. Pertimbangkan keselamatan bagi diri dan untuk orang lain. Pikirkan apa arti dari sebuah bingkisan sembako atau uang yang puluhan ribu dibanding dengan harga sebuah nyawa. Disadari bahwa pemberian zakat sangat bermakna untuk menunjang kebutuhan menjelang lebaran ini. Meski demikian kita jangan sampai lengah hingga tak memperhatikan keselamatan. Akan lebih baik jika kita belajar disiplin dan tertib dalam segala hal. Jangan mudah menuruti ajakan orang lain, jika phisik tidak kuat untuk berdesak-desakan, mendingan jangan lakukan…., meski tawaran zakat menggiurkan. Ingat keselamatan lebih penting dari sebuah nilai zakat yang hanya puluhan ribu rupiah tetapi berpotensi risiko.

Kepada kaum dermawan baik perorangan maupun organisasi, jadikan musibah zakat maut sebagai pelajaran terbaik. Jika akan melaksanakan pembagian barang atau uang lakukan pengaturan secermat mungkin. Kita harus bisa mengambil hikmah dari peristiwa itu dengan penuh arif dan bijaksana. Hindari pengelompokan massa yang hanya akan menimbulkan kekisruhan dan kerawanan. Untuk menghindari menumpukan massa, lakukan pengelolaan pembagian langsung dengan sistem manajemen waktu. Bagikan kupon berdasarkan jumlah dan waktu yang telah ditentukan. Akan lebih baik jika zakat bisa disalurkan ke lbadan amil zakat, pengurus masjid atau LSM yang kredibel dan punya jam terbang dalam penyaluran zakat.Alternatif terbaik, lakukan pembagian “door to door”.

Kejadian Pasuruhan jangan sampai menyurutkan semangat masyarakat untuk berzakat. Jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran berharga dan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mari kita tiru perbuatan baik keluarga H.Syaikon, untuk terus membantu rakyat yang masih membutuhkan uluran tangan kita. (*)

14
Sep
08

MUDIK BERMOTOR, WASPADAI ANCAMAN KRIMINAL

Oleh : Sudadi

Waspadalah……, waspadalah ! Tindak kriminal jelang lebaran diprediksikan akan mewarnai situasi perjalanan mudik. Momen ramai orang mudik bermotor tidak luput dari incaran tindak kriminal. Berhati-hatilah kejaha

tan bisa terjadi dimana-mana, kapan dan bisa menimpa siapa saja. Antisipasi kita adalah mengenal situasi kerawanan, memahami bentuk kejahatan dan cara mengatasi. Pengenalan modus kejahatan ini bertujuan agar pemudik tetap waspada untuk tetap siap menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Pola kerja penjahat profesional tak ada yang spontanitas, mereka selalu berbekal skenario dengan melibatkan kawananlebih dari satu atau dua orang. Itu semua bagian dari jurus pengelabuhan para pelaku dalam menjalankan praktek kejahatannya. Dalam memainkan sandiwaranya mereka mengatur sejumlah tahapan. Pelaku dalam melancarkan aktivitasnya ada yang menyamar layaknya pemudik, mereka juga bergerak dengan persiapan skenario yang rapi.

Untuk itu hati-hati jika menghadapi orang yang sok akrab dengan berlagak sebagai orang yang santun layaknya orang baik, tetapi sesungguhnya itu hanya sebuah peran. Kebalikannya, kadang juga bisa kita jumpai orang yang sok berlagak layaknya petugas, main tuduh, main gertak. Semua itu hanya upaya shock terapy untuk menundukkan mental kita menjadi down.

Alangkah baik jika kita juga mampu mengenali bentuk ancaman kriminalitas yang ada di jalan raya. Sebab pelaku kejahatan selalu memanfaatkan kesempatan di saat kita lengah. Ancaman yang sangat berbahaya adalah modus operandi perampasan, pencegatan, minuman beracun, gendam, penganiayaan bahkan sampai penghilangan nyawa. Disarankan jika melewati jalur sepi pemudik agar membentuk formasi rombongan, meski keberangkatannya berjalan sendirian tetap diusahakan untuk bergabung dengan yang lain.

Kita Lawan Kejahatan

Kita harus lebih cerdas dari pelaku kejahatan, persempit ruang gerak mereka agar kita tidak jadi mangsa penjahat. Kejahatan harus kita waspadai, jika ada keberanian kita lawan bersama. Penjahat jangan diberi kesempatan bergerak sedikitpun, karena mereka sudah menjadi “virus” dari penyakit masyarakat. Jangan merasa aman meski aparat kepolisian rencananya akan menurunkan duapertiga dari kekuatan yang ada. Petugas kepolisian juga mempunyai keterbatasan dalam ruang gerak, untuk itu pemudik bisa memprakarsai keamanan swakarsa, karena pelaku kejahatan biasanya memilih jalur yang tak terjangkau oleh aparat keamanan.

1. Mensiasati ban kempes

Kejahatan dengan pola pengempesan ban, modusnya menebar paku dengan tujuan agar pengendara terhambat perjalanannya. Dalam posisi demikian, tindakan awal berlakulah tenang jang menunjukkan kesan panic. Segera menepi dan tak usah menengok ban yang sudah kempes, itu hanya akan membuang waktu dan memberi peluang diketahui penjahat. Lakukan komunikasi via hape ke rombongan lain yang masih di depan atau belakang. Mintalah bantuan mencarikan posisi tukang tambal ban terdekat. Jika memungkinkan tukang tambal ban diajak serta untuk membantu tindakan sementara. Akan lebih baik jika tukang yang bersangkutan sudah siap menambal di tempat. Pada saat menunggu, berpura-puralah seperti sedang beristirahat dengan teta waspada.

2. Menghindari orang pura-pura korban kecelakaan

Model ini sangat mudah mengecoh korban. Pelaku biasanya menggunakan scenario korban kecelakaan untuk memudahkan pencegatan. Kurangi kecepatan dan coba perhatikan secara cermat, benar korban kecelakaan murni atau tidak? Yang paling aman, berpura-puralah untuk berhenti menolong, tetaoi dalam posisi untuk meloloskan diri. Benar tidaknya kejadian kecelakaan itu, tak usah diperhatikan. Jika sudah agak jauh, Anda bisa menyampaikan informasi itu kepada petugas atau masyarakat setempat untuk melakukan pengecekan.

3. Menghadapi tuduhan tabrak lari

Jika ada pelaku terkesan mengejar Anda dan menuduh telah melakukan tabrak lari. Jangan cepat panic, terus melaju kalau perlu diajak senyum. Dengan siasat bahasa tubuh, ajak mereka untuk terus bergerak menuju ke tempat lain yang ada orang. Berhentilah di tempat dimana ada orang yang bisa membantu untuk menyelesaikan. Jika mereka masih ngotot, terus lakukan pembicaraan untuk menarik perhatian orang lain berhenti. Kesempatan Anda, lakukan aksi gertak dan ganti Anda menuduh penjahat itu hanya mencari alasan. Yakinkan kepada orang yang mengrumuni saat itu bahwa Anda tak bersalah. Katakan itu hanya rekaan penjahat. Beginilah menghadapi penjahat, kita harus punya nyali.

4. Pencegatan “polisi” gadungan

Pola pencegatan model jadi “polisi” gadungan ini juga bagian skenario ulah pelaku kejahatan. Modus mereka gampang ditebak, layaknya petugas mereka seolah melakukan pemeriksaan surat kelengkapan kendaraan. Dalam pemeriksaan semua surat oke, tetapi “polisi” gadungan ini bisa saja mencari kesalahan atau pelanggaran kita. Misalnya, soal spion tidak standar, nomor polisi yang bukan asli, membawa penumpang melebihi dari ketentuan, memnawa barang bawaan yang bisa mengganggu perjalanan, pelanggaran marka, dan macam-macamlah. Singkatnya “polisi” gadungan ini berpura-pura menilang dan ujung-ujungnya Anda uang damai. Untuk mensiasatinya, perhatikan kelengkapan seragam, mulai dari kelengkapan kepangkatan, topi, tanda nama, penggunaan sepatu, potongan rambut. Apalagi jika pakaian seragam ditutup jaket, pantas untuk mencurigainya. Jika berani, tanyakan identitas yang bersangkutan atau segera lapor ke petugas terdekat, tunjukkan ciri-ciri yang bersangkutan.

6. Mengenal modus dengan ilmu gendam

Inti dasar ilmu gendam adalah memanipulasi dan mengendalikan pikiran orang lain. Tujuan negatif adalah menghilangkan kesadaran seseorang agar menjadi penurut. Tipe pelaku kejahatan ini orangnya sok akrab dan mengawali tepukan pundak. Pertahankan pikiran tetap terjaga, jika tiba-tiba terasa kantuk yang tidak wajar ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan “telepathic forcing”. Tetaplah tenang dan hindari pikiran kosong dan upayakan pemengambilan nafas lalu keluarkan pelan-pelan. Fokuskan pikiran untuk tetap melakukan penolakan dan berusahalah agar pikiran kita tidak terjebak dalam lingkaran efek hipnotis. Jika ada pelaku yang berhasil mempengaruhi pikiran kita, modusnya ada yang menggiring korban ke ATM untuk menguras uang Anda, menuruti permintaan uang dan yang paling mungkin meminjamkan kendaraan tanpa Anda sadari.

7. Mengenal ciri pelaku

Pengenalan ciri pelaku menjadi hal penting untuk bahan awal penyelidikan polisi dalam mengembangkan perkara. Korban sebagai pelapor harus bisa mengidentifikasi pelaku. Ciri-ciri yang bisa dikenal antara lain bentuk muka, mata, rambut, tinggi badan, logat bahasa, dan ciri khas lain. Jika pelaku kabur, tunjukkan arah, kendaraan motor atau mobil, warna, merk, nomor polisi dan ciri khas lain.

Tulisan ini tidak bermaksud memperkecil niat Anda untuk mudik, tetapi sekedar memberi gambaran situasi berbagai modus operandi tindak kriminalitas. Kebutuhan rasa aman adalah bagian dari hak asasi setiap manusia. Kejahatan tidak perlu ditakuti tetapi harus dilawan. Jalani perjalanan mudik dengan tenang, pasrah dan selalu memohon perlindunganNya. Insya perjalanan Anda akan selamat sampai tujuan. Amin.

11
Sep
08

MUDIK BERMOTOR, MENGAPA TIDAK ?

Oleh : Sudadi

Keputusan mengendarai motor roda dua bagi sebagian besar pemudik asal Jakarta, bukan tanpa alasan. Mereka yang tergolong ekonomi bawah, mudik bermotor kini dinilai paling banyak diminati. Momentum mudik tetap akan menjadi ritual bersama untuk merayakan lebaran di kampung halaman, meski pilihan mengendarai motor bukan tanpa risiko. Fenomena mudik bermotor ini tak ada aturan yang bisa mencegah dan setiap tahun tetap akan terus bertambah. Persoalannya adalah bagaimana pemerintah menfasilitasi pemudik ini dengan lebih memperhatikan keselamatan dan kenyamanan selama dalam perjalanan tanpa mengganggu pengguna jalan lain. Inilah potret negeri kita saat ini. Apa yang menjadi alasan mereka memilih mudik dengan kendaraan bermotor, ada beberapa pertimbangan :

  1. Alat transportasi ini murah dan anti macet
  2. Waktu perjalanan tak ditentukan orang lain
  3. Dapat berhenti atau singgah dimana dan kapan saja
  4. Menimbulkan kesan tersendiri
  5. Dapat ditumpangi satu sampai tiga orang (satu orang anak kecil)
  6. Langsung mencapai tujuan
  7. Sebagai simbol keberhasilan

Terhadap kaum mudik ini, kita patut memberi perhatian ekstra khusus. Mengingat perjalanan yang akan ditempuh sangat jauh, mencapai ratusan sampai limaratusan kilometer lebih. Kita tak mungkin bisa mencegahnya, kecuali selalu mengingatkan mereka untuk tetap disiplin dalam mematuhi tertib lalu lintas dan menjaga keselamatan diri dan untuk orang lain. Perjalanan mudik akan menghadapi banyak tantangan, karena mereka harus menyusuri puluhan kota di wilayah pantura dan jalur selatan dengan berbagai kondisi medan yang bervariasi. Kemampuan fisik dan keterampilan berkendara akan sangat berpengaruh dalam menghadapi berbagai hambatan dan rintangan di jalan raya.

Berdasar survei Dephub, pada jalur mudik tahun ini terdapat 1.097 titik rawan kemacetan, 1.633 titik rawan kecelakaan, serta 1.102 titik rawan tindakan kriminal. Titik rawan macet dan kondisi jalan rusak terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur. Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abubakar menuturkan, pemudik yang menggunakan angkutan jalan raya (mobil pribadi dan motor) diperkirakan mencapai 6,92 juta. Sedangkan pemudik dengan kendaraan umum diprediksi 15,79 juta jiwa.

Di Jawa Barat, titik macet berada di Pertigaan Nagrek, Pamanukan, Pertigaan Tomo, Persimpangan Sadang, pintu Tol Padalarang Barat, Persimpangan Subang, dan Loh Bener. Titik rawan macet di Jawa Tengah berada di Kutoarjo, Prembun, Gombong, Sumpyuh, dan Sukaraja.

Titik rawan macet di Jawa Timur meliputi Lamongan, Jombang, Kertosono, kawasan semburan lumpur Lapindo, dan Situbondo. Dephub akan memberlakukan sistem buka-tutup untuk daerah rawan macet dan kondisi yang jalannya rusak.

Terkait kesiapan infrastruktur, Departemen PU menjamin jalur mudik tahun ini lebih baik dan aman. Sebab, di jalan pantai utara Jawa dari Jakarta hingga Semarang dan Demak sepanjang 547 kilometer sudah ada empat lajur dan dilengkapi median jalan.

Di Semarang, telah dibangun empat lajur untuk ruas Semarang-Kaligawe-Sayung-Demak sepanjang 30 kilometer. Bahkan, Kaligawe-Batas Semarang dilayani delapan lajur sepanjang dua kilometer. Tahun lalu, sebagian jalur mudik di Jateng masih dua lajur tanpa median jalan sehingga rawan kecelakaan.

”Arus mudik tidak akan terganggu pekerjaan jembatan karena 14 buah telah selesai dikerjakan sebelum arus mudik,” terang Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak. Untuk wilayah Surabaya, PU memperbaiki ruas Yosowilangun-Kalianak-Greges. Di kawasan ini sudah ada empat lajur dengan konstruksi beton bertulang. Demikian pula jalur alternatif kawasan semburan lumpur Lapindo, yakni Japanan-Mojosari-Krian sepanjang 23 kilometer

Sumber Mabes Polri memperkirakan, pemudik bermotor tahun ini akan mencapai 2,5 juta unit, dibanding tahun lalu ada peningkatan 18 persen. ”Tahun lalu korban meninggal dunia saat arus mudik dan arus balik mencapai 789 jiwa. Lebih dari 90 persen pengguna sepeda motor,” ujar Direktur Lalu Lintas Mabes Polri Brigjen Pol Yudi Sushariyanto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta belum lama ini.

Membandingkan negara lain, peristiwa mudik dalam jumlah jutaan orang dan unit motor barangkali hanya terjadi di Indonesia. Pada saat yang sama, penduduk Ibukota Jakarta hampir separoh lebih akan akan berkurang untuk sementara. Bahkan diperkirakan 70 persen dari jumlah pemudik akan kembali ke Jawa untuk memanfaatkan liburan lebaran antara 7 sampai dengan 14 hari. Mulai dari H-7, mereka secara berangsur akan bergerak menyusuri jalur pantura hingga hari H saat lebaran. Mereka hanya berharap bisa kembali ke kampung halaman yang sudah lama dirindukan. Untuk itu mari kita doakan, semoga perjalanan pemudik ini selamat tanpa ada hambatan apapun dan dapat merayakan Idul Fitri bersama sanak saudara yang dicintainya. Amin.

10
Sep
08

LANGKAH AWAL KEPEMIMPINAN BIBIT CENDERUNG TIDAK POPULER

Oleh : Sudadi

Analisis pemberitaan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di media massa terakhir ini, kita bisa membaca sejumlah isu yang paling menonojol diantaranya tentang polemik pengadaan mobil dinas baru, pemanggilan sejumlah LSM, rakor ketahanan pangan, seremonial pelantikan sejumlah pejabat bupati sementara dan soal kebijakan penertiban kawasan gubernuran. Berita yang menyangkut kebijakan semacam itu dari kajian komunikasi sangat tidak populer untuk ekspose gubernur baru. Gubernur dan staf harus mulai memperhitungkan setiap ekspose kebijakan yang bisa mengakibatkan opini dan pencitraan yang kurang sedap. Apakah suatu kebijakan itu bisa menimbulkan polemik atau akan menambah dukungan masyarakat ? Dampak setiap pemberitaan akan terus dicermati oleh masyarakat. Sejumlah elemen masyarakat yang kritis akan terus memperhatikan kata demi kata yang diucapkan gubernur. Jabatan gubernur tidak lepas dari jabatan politis, sedikit kesalahan dalam menentukan kebijakan akan mengundang tanggapan dari berbagai pihak. Untuk itu gubernur perlu mensiasati semua kebijakan dengan tetap mempertimbangkan peran pencitraan sebagai seorang pemimpin yang selalu berpihak kepada kepentingan banyak pihak.

Nampaknya masyarakat Jawa Tengah harus bersabar menunggu janji Gubernur Jateng Bibit Waluyo untuk merealisasi obsesi “Bali Desa Bangun Desa”. Kita masih menanti realisasi apa yang akan dikembangkan dan kapan program bisa diketahui masyarakat luas ? Perjalanan “blusak-blusuk” masuk desa selama tiga bulan kini masih terus dilakukan. Kajian tentang sejumlah persoalan yang ditemui selama kunjungan dari desa ke desa masih membutuhkan analisis.

Dalam soal mobil dinas baru, kalangan anggota DPRD menilai soal pengadaan mobil dinas baru sebagai hal yang wajar dan prosedural, tetapi sesungguhnya ada momentum yang sangat baik jika saat itu gubenur tegas menolak. Hasilnya akan meraih point simpati rakyat. Soal pemanggilan LSM, juga ada yang menyayangkan langkah yang diambil gubenur. Jika kebijakan yang diambil menurut gubenur baik dan tak merugikan rakyat mengapa harus meladeni LSM ? Tentang kebijakan membenahan kawasan jalan pahlawan semarang (sekitar kantor gubernuran), mestinya saat seorang penjabat pemkot semarang mengumumkan tak perlu menyebut sebagai usulan gubernur. Kebijakan penertiban semacam itu akan dinilai sebagai hal yang tak popular. Dampaknya akan berakibat menghilangkan mata pencaharian pedagang kaki lima yang notabene juga wong cilik dan lenyapnya ruang publik yang biasa digunakan sebagai tempat mangkal anak muda dari berbagai komunitas otomotif. Walikota semarang perlu mensikapi lebih arif atas usulan gubernur tersebut untuk menampung semua kepentingan.

Kita tidak berharap awal kepemimpinannya justru akan terjebak dengan hal-hal kurang mendapat simpati masyarakat dan tetap melakukan prioritas kebijakan yang lebih fokus untuk kesejahteraan rakyat jawa tengah. Gubernur harus bisa menghindari hal-hal yang sepele dari kebijakan yang tidak populer. Kesempatan awal kepemimpinan harus bisa mengambil hati rakyat. Langkah awal yang perlu dipikirkan bagi seorang gubernur, secara internal mestinya lebih menitikberatkan kinerja, meningkatkan disiplin dan etos kerja bagi aparatnya dan eksternal gubernur juga bisa membangun komunikasi intensif dengan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi perlu agar gubernur tidak hanya memperoleh masukan dari aparat bawahan tetapi juga dari masyarakat luas. Untuk itu gubernur harus membuka akses direct melalui SMS atau email. Komunikasi dengan teknologi informasi ini sangat efektif, karena akan menghilangkan gap antara pemimpin dengan rakyatnya. Gubernur pernah menyatakan harapan dukungan semua pihak, konsekuensinya secara kongkret gubernur harus siap membuka akses komunikasi langsung untuk hindari kebijakan yang sepihak dan tak sepaham dengan keinginan rakyat.




Kategori