Oleh : Sudadi
Jika kita membayangkan mudik bermotor sebagai sebuah perjalanan sensasi, sikap kita harus se
perti seorang akrobatis. Demikian juga, jika kita berpikir perjalanan itu bagai pertempuran, sasaran kita harus menjadi pemenang. Jika mudik bermotor sudah menjadi pilihan, kita harus bisa meminimalisasikan segala risiko yang mungkin bisa menimpa diri.
Apapun motivasinya, disarankan agar Anda tetap membuat perencanaan dan analisis perkiraan keadaan yang lebih cermat. Untuk itu Anda bisa menerapkan manajemen risiko dalam membuat perkiraan atas segala kemungkinan yang akan dan bakal terjadi.
Untuk menekan risiko tersebut diperlukan orientasi rute dan peta potensi yang bisa menimbulkan hambatan dan ancaman sepanjang perjalanan. Untuk itu diperlukan sejumlah pemahaman yang antara lain :
PEMAHAMAN KARAKTER ANDA
Bagaimana kondisi mental?
Bagaimana kondisi phisik?
Apakah Anda tergolong suka ngebut ?
Apakah Anda tergolong emosional ?
PEMAHAMAN KONDISI KENDARAAN
Apakah motor dalam kondisi laik jalan?
Apakah berboncengan ?
Apakah sendiri atau bersama rombongan?
Apakah membawa barang?
Siapkan suku cadang yang perlu
Isilah bahan bakar sebelum mendekati habis
Manfaatkan pos pelayanan pemegang merek
PEMAHAMAN RUTE
Pengenalan medan yang rawan macet, jalan rusak, kecelakaan dan kriminal
Plus-minus perjalanan siang atau malam
Cermati tanda-tanda alam, khususnya terhadap perubahan cuaca
Tentukan titik singgah dan siapkan jadwal perjalanan yang fleksibel
PEMAHAMAN KOMUNIKASI
Malu bertanya sesat di jalan
Siapkan catatan nomor telepon penting yang bisa dihubungi
Bertanyalah kepada petugas atau orang yang bisa dipercaya
Jangan lupa membawa kartu identitas diri
Laporkan secara periodik dengan keluarga yang menunggu di rumah
PEMAHAMAN TERTIB LALU-LINTAS
Jangan lupa membawa surat kendaraan (SIM)
Cermati dan patuhi segala rambu lalu-lintas
Lakukan perjalanan dengan disiplin, sopan dan tertib
Hindari online dengan HP saat mengendarai motor
Jangan lupa untuk terus menghidupkan lampu, siang maupun malam hari
Jika berjalan secara konvoi, bentuk formasi yang tidak mengganggu pengguna jalan lain
Gunakan helm standar
Jika Anda bersikap disiplin dan memahami tertib lalu lintas, berarti Anda sudah menekan risiko selama dalam perjalanan. Penerapan manajemen krisis mudik bermotor ini bisa menjadi pedoman singkat bagi pemudik bermotor dan pengguna kendaraan lain. Pemikiran ini relevan dengan pepatah yang selalu diajarkan oleh orang tua kita : “alon-alon waton kelakon” (pelan-pelan asal selamat). Nasihat ini bermakna mendalam, agar kita tetap mengedepankan keselamatan dengan menghindari perilaku ceroboh dan tergesa-gesa. Kata kunci semua itu adalah : “Utamakan Keselamatan” dan patuhi segala aturan lalu-lintas.