13
Sep
08

MUDIK BERMOTOR DAN MANAJEMEN RISIKO

Oleh : Sudadi

Jika kita membayangkan mudik bermotor sebagai sebuah perjalanan sensasi, sikap kita harus seperti seorang akrobatis. Demikian juga, jika kita berpikir perjalanan itu bagai pertempuran, sasaran kita harus menjadi pemenang. Jika mudik bermotor sudah menjadi pilihan, kita harus bisa meminimalisasikan segala risiko yang mungkin bisa menimpa diri.

Apapun motivasinya, disarankan agar Anda tetap membuat perencanaan dan analisis perkiraan keadaan yang lebih cermat. Untuk itu Anda bisa menerapkan manajemen risiko dalam membuat perkiraan atas segala kemungkinan yang akan dan bakal terjadi.
Untuk menekan risiko tersebut diperlukan orientasi rute dan peta potensi yang bisa menimbulkan hambatan dan ancaman sepanjang perjalanan. Untuk itu diperlukan sejumlah pemahaman yang antara lain :

PEMAHAMAN KARAKTER ANDA

Bagaimana kondisi mental?

Bagaimana kondisi phisik?

Apakah Anda tergolong suka ngebut ?

Apakah Anda tergolong emosional ?

PEMAHAMAN KONDISI KENDARAAN

Apakah motor dalam kondisi laik jalan?

Apakah berboncengan ?

Apakah sendiri atau bersama rombongan?

Apakah membawa barang?

Siapkan suku cadang yang perlu

Isilah bahan bakar sebelum mendekati habis

Manfaatkan pos pelayanan pemegang merek

PEMAHAMAN RUTE

Pengenalan medan yang rawan macet, jalan rusak, kecelakaan dan kriminal

Plus-minus perjalanan siang atau malam

Cermati tanda-tanda alam, khususnya terhadap perubahan cuaca

Tentukan titik singgah dan siapkan jadwal perjalanan yang fleksibel

PEMAHAMAN KOMUNIKASI

Malu bertanya sesat di jalan

Siapkan catatan nomor telepon penting yang bisa dihubungi

Bertanyalah kepada petugas atau orang yang bisa dipercaya

Jangan lupa membawa kartu identitas diri

Laporkan secara periodik dengan keluarga yang menunggu di rumah

PEMAHAMAN TERTIB LALU-LINTAS

Jangan lupa membawa surat kendaraan (SIM)

Cermati dan patuhi segala rambu lalu-lintas

Lakukan perjalanan dengan disiplin, sopan dan tertib

Hindari online dengan HP saat mengendarai motor

Jangan lupa untuk terus menghidupkan lampu, siang maupun malam hari

Jika berjalan secara konvoi, bentuk formasi yang tidak mengganggu pengguna jalan lain

Gunakan helm standar

Jika Anda bersikap disiplin dan memahami tertib lalu lintas, berarti Anda sudah menekan risiko selama dalam perjalanan. Penerapan manajemen krisis mudik bermotor ini bisa menjadi pedoman singkat bagi pemudik bermotor dan pengguna kendaraan lain. Pemikiran ini relevan dengan pepatah yang selalu diajarkan oleh orang tua kita : “alon-alon waton kelakon” (pelan-pelan asal selamat). Nasihat ini bermakna mendalam, agar kita tetap mengedepankan keselamatan dengan menghindari perilaku ceroboh dan tergesa-gesa. Kata kunci semua itu adalah : “Utamakan Keselamatan” dan patuhi segala aturan lalu-lintas.


3 Tanggapan ke “MUDIK BERMOTOR DAN MANAJEMEN RISIKO”


  1. September 14, 2008 pukul 9:09 am

    Sebenarnya serem pak mudik pake motor. Tp gimana lagi, iklim ekonomi kurang bersahabat saat ini. Naik bis atau kereta, biayanya ga bisa dibilang murah. Belum lagi biaya mobilitas selama di kampung nanti. So, motor menjadi pilihan. Padahal resiko kecelakaan lebih besar tp karena keadaan ekonomi yg menghimpit, many ppl ga bisa menghindarinya.
    Saya yakin kl Indonesia sudah sejahtera dan maju, ga akan ada lagi orang mbela2in mudik pake motor. It’s too risky.

  2. September 14, 2008 pukul 11:08 am

    Ya mudik bermotor potret keterpaksaan. Lebih lagi pelayanan jasa angkutan lain juga tak menjamin aman, lagian sudah tak terjangkau oleh saudara kita kelas bawah.


Tinggalkan Balasan




Kategori