Apa yang perlu dipersiapkan jika suatu saat Anda dan seluruh keluarga memutuskan mudik lebaran. Sementara rumah harus ditinggalkan dalam keadaan kosong atau hanya ditunggu pembantu atau kerabat dekat. Apa yang harus dilakukan agar perjalanan selamat, rumah juga aman meski tanpa tuan rumah. Berikut ini sejumlah tips yang perlu diperhatikan :
1. Beritahu tetangga, RT atau penjaga keamanan setempat.
2. Usahakan lampu rumah menyala pada malam hari. Mintalah bantuan penjaga malam untuk menghidupkan/mematikan melalui alat meter listrik yang terletak depan rumah.
3. Untuk tetap terjaga komunikasi dengan tetangga dan penjaga keamanan lingkungan atau sebaliknya, tinggalkan alamat tujuan mudik, nomor hape atau nomor telepon yang bisa dihubungi.
4. Pastikan semua perlengkapan eletronik dan instalasi listrik di rumah aman.
5. Pastikan semua harta benda yang ditinggalkan aman, jika perlu semua perlengkapan dan peralatan elektronik berharga ditempatkan dalam satu kamar. Sedangkan barang berharga seperti perhiasan bisa dititipkan sahabat atau kerabat dekat.
6. Pastikan kunci pengaman rumah dalam kondisi aman, jika perlu lakukan pengamanan berlapis dengan menambah sejumlah kunci pada tempat tertentu. Alternatif lain, kunci pada ruang tertentu diganti dengan yang baru, sebab bukan tidak mungkin kunci Anda sudah digandakan oleh pembantu yang kini sudah tak bekerja ditempat Anda.
Khusus untuk rumah yang hanya ditunggu pembantu atau kerabat dekat, ada hal-hal yang perlu dipesankan :
1. Jika suatu saat ada orang yang tak dikenal menelepon rumah menanyakan keberadaan tuan rumah, katakan agar penjaga rumah menjawab kalau Bapak sedang tidur, atau sedang berada di rumah tetangga. Sebab bukan tidak mungkin penelepon adalah orang yang sengaja mencek apakah rumah terdapat penghuni atau tidak. Modus ini biasa digunakan oleh pelaku yang selalu memanfaatkan momen lebaran untuk tujuan yang tidak kita inginkan. Jika penelepon terus melakukan panggilan, agar ditanyakan identitas penelepon, nomor telepon/hape, apa keperluan, mungkin yang bersangkutan mau meninggalkan pesan.Tuan rumah disarankan untuk selalu komunikasi dengan penjaga rumah dengan tujuan untuk memonitor setiap perkembangan.
2. Jika ada tamu datang, penjaga agar membuat kesan bahwa tuan rumah ada di tempat. Apalagi tamu tersebut tak kenal tamu, disarankan untuk selalu menerima di luar rumah dan mengatakan Bapak atau Ibu sedang istirahat. Jangan banyak pembicaraan, kalau si tamu ingin memaksakan menunggu disarankan untuk datang di waktu lain. Dan tanyakan keperluannya, hal ini untuk memanfaatkan kesempatan komunikasi dengan tuan rumah yang lagi mudik.
3. Jika malam hari, penjaga rumah juga disarankan untuk menghidupkan radio atau teve agar menimbulkan kesan bahwa rumah masih terdapat penghuni.
Waspada di siang hari.
Pembobolan rumah paling sering justeru di siang hari. Modus operandi mereka yang perlu diwaspadai adalah model penyamaran sebagai tukang servis ac, listrik, pdam atau pengantar barang. Hati-hati modus ini sangat rapi dan sudah banyak yang membobol rumah dengan pola seperti ini. Penyamaran mereka sangat sulit dibedakan dengan tenaga asli. Untuk meyakinkan penghuni, umumnya mereka datang dengan kendaraan mobil, berseragam bahkan ada yang melengkapi diri dengan surat tugas atau kartu identitas diri. Kedatangan mereka pasti sudah dipersiapkan, mungkin juga sudah lama melakukan pengendusan terhadap situasi rumah yang akan dijadikan sasaran. Prosesnya, seperti yang sudah dikemukakan di atas, dimulai dengan orientasi keberadaan penghuni dengan melakukan telepon ke rumah atau bertamu sebelumnya. Perhatikan sebelum memutuskan pulang mudik, ingat apakah hari sebelum ini apa ada suatu kejadian yang kadang tak pernah diperhatikan. Lakukan perekeman dengan semua penghuni rumah, apakah sebelum ini terdapat hal-hal yang mencurigakan.
Ok, teruskan niat Anda untuk pulang mudik. Yakinkan semua berjalan aman dan ikuti sejumlah petunjuk tersebut di atas. Jangan lupa berdoa untuk keselamatan Anda sekeluarga. (Sudadi)
Wah useful info nih tp kl masih tetep kebobolan ya di luar kuasa kita. Bukan begitu bos?
Thanks komennya. Ya .., semua tidak lepas dari kuasa illahi. Jika Tuhan mengehendaki “kebobolan” ya pasrah…aja. Harta benda kan masih bisa dicari, tetapi, kewaspadaan harus menjadi sikap hidup. Gitu..loouh, mbak Ida.