Tayangan bentrok antarkelompok kini selalu mendapat perhatian khusus reporter televisi di tanah air. Ironisnya tontonan semacam ini selalu diliput dalam sgemen khusus dengan porsi durasi cukup panjang dibanding berita yang berskala straight news lain. Apa sih…., manfaat dari tayangan itu, bagaimana dengan komisi penyiaran indoensia (kpi), apakah mereka sudah tak lagi peka dan memonitor tayangan kekerasan semacam ini ?
Bentrok yang selalu muncul terakhir ini yang paling sering muncul diantaranya; tawuran antarmahasiswa, mahasiswa dengan anggota satpol pp, tawuran antarpelajar, satpol pp dengan pedagang kaki lima, polisi dengan mahasiswa, jaksa dengan mahasiswa, ditambah massa aksi fpi kian sering turun ke jalan.
Di era reformasi kita merasakan banyak pihak yang telah memanfaatkan kebebasan, tetapi sayang mereka kadang juga tak menghiraukan kebebasan orang lain. Kebebasan berkumpul, menyatakan pendapat lesan maupun tertulis memang dilindungi undang-undang, Tetapi pertimbangkan hak orang lain, mereka juga membutuhkan suasana aman dan tenteram.
Reporter boleh beranggapan peristiwa semacam menarik untuk sebuah liputan, tetapi yang perlu diperhatikan apakah sajian tontonan semacam ini layak menjadi informasi yang bernilai tambah bagi masyarakat. Peristiwa yang sudah melibatkan antarinstitusi, aparat dengan rakyat sangat rawan dan bisa menyeret timbulnya konflik dendam dan saling balas yang berkepanjangan.
Saatnya kpi mengamati dan mengkaji tayangan semacam itu. Demikian juga kepada pihak stasiun teve agar mulai mengemas tayangan tersebut, tanpa harus melepas peristiwanya. Sungguh kita merasa miris jika menyaksikan acara tersebut.
Hidup ini sudah susah, jangan ditambah beban rasa takut dan suasana yang tak menyenangkan. Rakyat sudah terhimput dengan berbagai kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, apalagi menjelang bulan ramadhan harga-harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Sementara pendapatan semakin tak bisa menutupi harga kebutuhan. akankah kita membiarkan mereka terus dirundung kemalangan yang berkepanjangan. Mari kita kembangkan budaya dialog bukan kekerasan dan bukan pamer kekuatan. Stop tayangan liputan bentrokan di teve. (Sudadi)
0 Tanggapan ke “STOP TAYANGAN LIPUTAN BENTROKAN DI TEVE”