Bibit Waluyo pernah berjanji, jika sudah dilantik sebagai Gubernur Jateng akan membuka akses pasar yang seluas-luasnya untuk produk-produk pertanian dari wilayah Jateng. Dia mengungkapkan, sejumlah investor sudah menghubunginya untuk menanamkan investasi di wilayah Jateng. Antara lain pabrik jagung, pabrik kedelai, pabrik kacang. “Saya tegaskan, Jateng terbuka untuk investasi, asalkan bisa menyejahterahkan rakyat. Jika menyengsarakan rakyat, saya yang berada di garis paling depan untuk mengusirnya,” tegasnya. Komitmen menyejahterakan rakyat dengan tema “bali ndesa mbangun desa”, diakui Gubernur Bibit Waluyo merupakan sesuatu yang berat. Beban itu akan menjadi ringan, jika seluruh elemen mendukungnya.
Menurut pengamatan, ia merasa prihatin karena banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi pemukiman atau kawasan industri. Alih fungsi yang dinilai bisa mengancam kelangsungan produksi pangan. Menurutnya, di masa otonomi daerah sekarang ini pemerintah daerah dan para bupati tidak boleh semaunya menerjemahkan otonomi dalam mengelola daerah. Penjabaran otonomi harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Masyarakat di daerah pantai, pegunungan dan daerah datar mempunyai masalah yang berbeda. Harus dibedakan untuk mencari rumusan pemecahan masalah yang tepat.
Janji setelah dilantik 23 Agustus 2008 mendatang, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mencari informasi ke dalam yakni kondisi birokrasi yang akan menjadi stafnya. Selanjutnya, dia akan menggali masalah pada masyarakat maksimal selama 3 bulan. ’’Saya yakin pemecahannya tak jauh dari visi misi saya yang kedua yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan, intensifikasi pertanian dan pemberdayaan UKM. Semua harus disinergikan untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan,’’ tegas mantan Pangkostrad.
Mengingat Janji pasangan ini akan memfokuskan sektor pertanian. Sehingga membutuhkan peran serta berbagai pihak untuk bersama sama mewujudkan yang disampaikan dalam visi misinya. Harapan Bibit adalah menjalankan yang realistis saja. Sehingga pekerjaan dapat dievaluasi dan terukur dan rakyat bisa langsung merasakannya. Ketahanan pangan yang pernah diperoleh Jawa Tengah akan dibenahi lagi. Mengingat pasca reformasi yang sudah berjalan 10 tahun ini kondisi belum menampakkan seperti yang diharapkan reformasi. Sehingga kerja keras dalam pembangunan adalah dengan melihat dan menginventarisir kekuatan kekuatan sumber daya yang telah ada. Pak Bibit menawarkan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dan agrobisnis.
Selama jalan-jalan keliling Jateng, dia sudah banyak memotret masalah. Namun dia ingin semua yang tampak dipermukaan itu dikomunikasikan kepada masyarakat agar pemecahan yang diberikan sesuai harapan masyarakat. Mereka memilih karena yakin Bibit akan memajukan pertanian dengan sapta usaha tani agar pupuk, benih, dan obat mudah diperoleh serta pemasaran mudah.
Kalangan komunitas mahasiswa di Kota Semarang mengharapkan gubernur terpilih dalam Pilgub Jateng 2008, selain dapat menjalankan program-program yang dicanangkan pada saat masa kampanye juga peduli terhadap sektor pendidikan. Siska, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Semarang, Senin, mengatakan, gubernur terpilih nanti harus lebih peduli terhadap bidang pendidikan di Jateng, karena pendidikan sekarang sangat mahal.
“Hanya orang-orang kaya saja yang mampu melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, sementara orang yang kurang mampu terpaksa tidak menyekolahkan anaknya karena alasan biayanya mahal,” katanya.
Dia mengharapkan, gubernur yang baru agar bisa menyelenggarakan pendidikan yang lebih murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. “Tidak perlu gratis, asal biaya pendidikan bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat terutama masyarakat kelas bawah. Syukur-syukur kalau pendidikan bisa gratis,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa Undip lainnya, Toni Yuli, berharap gubernur yang baru dapat memberikan perhatian lebih kepada pelajar dan mahasiswa. “Baik itu perhatian dalam hal sarana dan prasarana pendidikan, termasuk perhatian di bidang finansial, apakah itu berbentuk dana langsung atau beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa,” katanya. Selain itu, dia juga berharap gubernur yang baru bisa menjalankan program-program yang telah dicanangkan selama kampanye berlangsung. “Jangan hanya janji-janji saat kampanye, tapi lebih kepada realisasi program di lapangan setelah terpilih menjadi gubernur. Dan yang terpenting, gubernur mendatang bisa menjamin pemerintahannya bersih dari KKN.” katanya. ( Posting : Sudadi )
Saya setuju dengan fokus pembangunan Pak Bibit pada pertanian. Seharusnya beliau juga bisa ikut mengarahkan kaum muda untuk mau terjun ke bidang pertanian. Kl kaum muda sudah tak ada yg mau jadi petani, lha besok2 kita makan apa? Masa semua bahan makan import? ketahanan nasional hancur dong kalau gitu.
Selain bangun pabrik jagung dll, jgn lupa bahwa salah satu item penting untuk menjaga ketahanan pangan adalah pupuk. Jadi, knp ga juga bangun pabrik pupuk? tp harga untuk petani harus disubsidi dong. Wong Amerika yang makanan utama penduduknya bukan beras aja punya pertanian padi dan pupuknya disubsidi pemerintah lhooo.
Ttg pendidikan yang saat ini mahal menurut saya adalah kesalahan persepsi dari kepala daerah yang mengartikan partisipasi masyarakat dengan mengeruk dana sebanyak2nya dari orangtua murid/mahasiswa. Para pengelola lembaga pendidikan dan pemda harusnya putar otak untuk bisa mendapatkan kucuran dana/bantuan tanpa harus membebani orangtua. Klpun orangtua mau bantu, ya sukarela.
Saya inget bgt dulu waktu sekolah di OZ, cm modal badan aja (well, sama tas dan alat tulis ding). tp semua buku baik diktat maupun tulis sudah disediakan sekolah. Maklum sekolah negeri, jadi all free. Kl di sini, sekolah negeri malah umpak2an. aneh….So pak Bibit dan Bu Rustri hrs berani melakukan revolusi pendidikan agar pendidikan di jateng easy to access lah bagi warganya.
Wow, soal sekolah gratis setuju saja. Hari giniii……, apa memang ada sekolah gratis. Apa kata dunia…, nanti ! Yang penting tak ada diskrimnasi dan cost pendidikan terjangkau bagi wong cilik. Kalau gratis, ntar guru kita teriak kesejahteraan rendah. Delimatis…… !
wah Pak dadi pelanggaran nih belum mengunjungi blog saya