Awas, Mengemudi Sambil SMS Dianggap Melanggar Lalu lintas
Mengemudi sambil menggunakan telepon seluler sudah pasti membahayakan. Hasil survey menunjukkan bahwa setengah pengemudi muda di Amerika Serikat (AS), gemar ber-sms ria saat mengemudi.
Survey yang dilakukan lembaga independen FindLaw mengungkap, hampir setengah atau 48 persen pengemudi yang berusia antara 18 dan 14 tahun di AS, menggunakan telepon seluler untuk mengirim pesan singkat, instant message, atau mengirim email saat mengemudi.
Penggunaan seluler saat mengemudi menurut data yang dilansir dari Reuters, juga dilakoni 27 persen atau seperempat lebih pengemudi berusia antara 25 hingga 34 tahun.
Berdasarkan survey ini tak mengherankan jika angka insiden di jalan raya yang disebabkan “Driving While Texting“, istilah kecelakaan karena pengemudinya mengetik, meningkat belakangan ini.
Kondisi ini membuat beberapa negara bagian di AS menerapkan peraturan larangan mengetik pesan saat sedang mengemudi. Saat ini Alaska, Minnesota, New Jersey, dan Washington sudah memberlakukan larangan ini.
Sementara tiga belas negara bagian lainnya mempertimbangkan menggunakan aturan yang sama. “Ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Pelaku dapat dikenai pasal pelanggaran lalu lintas,” kata Stephanie Rahlfs, pengacara FindLaw. Para juri di pengadilan dapat menjatuhkan vonis kepada pengemudi dengan tuduhan kelalaian atau bahkan kecerobohan yang menyebabkan orang lain terluka.
FindLaw melibatkan 1.000 responden yang dipilih secara acak dalam survey ini. Pengambilan sample dilakukan melalui telepon, dengan tingkat kesalahan, plus-minus tiga persen.
Teguh
0 Tanggapan ke “Awas, Mengemudi Sambil SMS Dianggap Melanggar Lalu lintas”